Iya, ngga punya role model, bingung. Kebanyakan role model, bingung juga
Karena jadi ngga tau mau "ngikut" yang mana, karena masing-masing orang, kan punya pendapat dan "belief"-nya masing-masing. Belief di sini, bukan bicara agama. Tapi prinsip-prinsip apa yang dipercayai seseorang untuk menjalani hidup. Misalnya, kamu bilang bahwa "segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik", ya itu your belief (apa yang kamu percayai).
Dan sejujurnya, kebanyakan "role model" yang saya temui itu, adalah laki-laki. Nah, kenapa saya bilang ngga punya role model, jadi trust issue dan bingung sendiri, tetapi kebanyakan role model, juga jadi bingung?
Ini saya kasih satu contoh cerita ya:
Jadi, tahun 2015 kemarin, saya punya seorang "teman dekat"
yang mana saya kenal dia sebenarnya sudah dari SMA, kemudian karena hidup saya yang ceritanya seperti film Inception versi sinetron ini, intinya, kira-kira pertengahan 2011, dia menghubungi saya lewat FB, di mana awalnya, memang ngobrolin pekerjaaan. Kemudian, dari kira-kira Oktober 2014, saya menolongnya membangun usaha rintisan yang dia inisasi, hingga pada 2015, kami benar-benar full-time di usaha ini. Pusing kan? Ini belum seberapa lho, guys. 
Mohon maaf, saya ngga bisa sebut namanya. Tapi nama usahanya bisa saya sebut yaitu, Toothsie. Dan zodiaknya itu "Leo", dan saya sebut dia dengan zodiaknya saja ya. Saya ngga percaya bahwa sifat seseorang ditentukan zodiak. Tapi, saya percaya bahwa zodiak bisa dijadikan simbol, seperti saat ini, saya kan ngga bisa sebut namanya, jadi saya sebut zodiaknya saja ya.
Nah, jadi, si "Leo" ini orangnya baik sebenarnya. Cuma "belief" dan cara penyampaiannya saja yang ibaratnya, "kurang masuk" di saya.
Jadi, tahun 2014 lalu, sebenarnya saya sedang mengalami depresi berat, sampai saya juga mengalami yang namanya psikosomatis. Saya akan cerita ini di postingan berikut-berikutnya ya. Intinya, 2014 saya mengalami depresi berat, dan tahun-tahun setelahnya, ya ada "pasca" depresinya gitu lho. Jadi ngga 100% betul-betul langsung hilang efek depresinya. Sedangkan, sesuai yang tulis di atas, kira-kira Oktober 2014, saya kan membantu usaha rintisannya tuh, yang artinya, 2014, kami semakin medekat.
Nah, kenapa saya bilang orangnya baik pada dasarnya? Karena ada satu kesamaannya dengan saya, bahwa kami suka menolong orang lain. Kami ikut senang kalau orang yang kami tolong, menjadi sukses. Kalau saya pribadi, lebih spesifiknya, saya senang kalau seseorang sudah tahu betul jati diri dan panggilan hidupnya.
Bersambung ke part 3...
No comments:
Post a Comment