Ya, bagi yang sudah mengklik link di "Haryanto Kandani" tadi, berarti sudah tahu ya, jadi Ko Har ini seorang motivator, atau lebih spesifiknya, Ko Har adalah seorang Consultant atau Trainer di bidang pengembangan diri dan Public Speaking.
Jadi, ketika SMA, saya pernah diajak teman sekelas saya ke gereja. Nah, Ko Har ini, adalah salah satu jemaat dan juga, pada awalnya adalah, pembicara di gereja tersebut, yang kemudian, selama satu dekade lebih ini, Ko Har menjadi pembicara di mana saja, alias menjadi motivator, seperti yang saya tulis di atas ini.
Nah, saat saya bergerja dulu, saya tentu tahu Ko Har yang mana, tetapi tidak mengenal secara langsung. Saya berteman dengan Ko Har justru mulai dari tahun 2012, saat saya sudah masuk ke dunia Social Media Marketing sejakMei 2011. Fyi, Ko Har sudah berkeluarga ya. Saya menganggap Ko Har sudah seperti kakak laki-laki sendiri. Dulu, saat remaja, kehidupan Ko Har memang jugalah sangat suram. Ko Har menjadi pecandu narkoba dan juga, hidup berkekurangan. Namun, saat ini tentunya sudah sangat berubah total yaaa.
Nah, kepada Ko Har inilah, dari 2012, saya sering banget curhat soal pekerjaan, atau pun, tentang sosial dan diri sendiri. Tapi, paling sering, tentang pekerjaan.
Nah... Tahun 2021, saya ada feeling, kok Ko Har sepertinya agak diem ya sama saya?
Seperti ada yang ingin disampaikan kepada saya gitu lho. Anyway, Ko Har mah santuyy orangnya. Cuma ya, saya pengen tahu dong, kenapa Ko Har kok kayaknya agak diemin saya tahun 2021 kemaren? Nahhh... Ko Har pun memberikan sebuah petuah yang menohok ini kepada saya
:
"Oki, kamu harus tahu, pandai melihat peluang itu bagus, tetapi BUKAN BERARTI semua kesempatan harus diambil. Analoginya seperti ini; hanya karena semua pintu terbuka, kan bukan berarti harus masuk ke sana semua? Bener ngga?"
YAKK, pusing ngga lo?
Yang satu, si "Leo" tadi, wah, dengan berapi-api, berseru bahwa, yang namanya setiap kesempatan itu tidak boleh sampai terlewat, sedangkan yang disampaikan Ko Har, berbeda 180 derajat dari si "Leo" tadi itu.
Kalau kamu, nasehat mana di antara dua nasehat ini, yang lebih kamu percayai atau setujui? Kalau saya, setelah melewati perjalan dari tahun 2011 kemarin, sampai hari ini, saya jelasss SETUJU dengan nasehat Ko Har. 
Saya setuju, bukan karena hari ini, Ko Har lebih kaya dari si "Leo", jelas bukan.... Saya setuju, jelas karena dari pengalaman saya selama ini, yang sampai-sampai membuat Ko Har diam sejenak sama saya; dan ternyata Ia ingin menasehati saya hal ini 
Bersambung ke part 5...
No comments:
Post a Comment