Gimana ngga zona nyaman? Bayangkan, di mana-mana orang selalu bilang, jangan terlalu terbuka dengan teman sekantor, karena mereka bukanlah 100% teman. Tetapi, yang terjadi, saya malah dapat sahabat di kantor saat itu!
Dan masih jadi teman baik saya hingga saat ini.
Ya, kami sekantor sangat kompak waktu itu, terutama yang "seangkatan" dengan saya. Saya ingat, pernah di satu malam, after hours, beberapa teman saya itu, saling curhat-curhatan di meja makan, sampai pada mau nangis
Saya kebetulan ngga ikutan yang ini, dan lupa, apa karena sudah pulang atau sedang ada di event. Tapi, memang benar, sesantai itu kami. Sama sekali tidak seperti suasana kantor pada umumnya.
Dan yang paling-paling bikin comfort zone tentunya adalah... Bagaimana atasan, yang bisa dibilang owner dari bisnis-bisnis di Kingpin itu sendiri, men-treat saya! 
Jadi, waktu itu, ada 3 owners; Pak Tony, Pak Ferry, dan Pak Martin. Dan Pak Tony adalah bos terbesarnya. Ibarat kata, share-nya paling besar gitu lah. Nah tadinya, saya ada di bawah kepemimpinan Pak Tony, yang disupervisi langsung oleh seorang Manager, yang bernama Kenneth. Tapi... Karena satu dua kejadian yang sangat mindblowing (dan seringnya seperti ini; ada saja yang mindblowing
), akhirnya, beyond my plan, saya "kecemplung" di dunia Social Media Marketing, dan disupervisi langsung oleh Pak Martin.
Nah, gimana ngga comfort zone? Jadi, saya kan masuk ke Kingpin itu November 2010 dan ada probation selama 6 bulan. Yang artinya, April 2011, saya dinilai, lanjut atau tidak di sana. Karena kejadian yang mindblowing itu, jadinya, saya ngga lulus probation sebenarnya. Tetapi, nah ini, seperti ada quotes yang mengatakan "everyone we meet has something to teach us", ada yang saya pelajari, dari seorang Pak Tony juga.
Jadi, jika sebelumnya, saya bilang, kebanyakan "role model" pun bikin bingung, sebenarnya cara menyikapinya adalah, ambil positifnya dari masing-masing "role model" yang kita temui.
Dan yang saya pelajari dari Pak Tony adalah bahwa beliau miliki "Hati Seorang Bapak" dan bisa melihat kemampuan seseorang di mana, kemudian memberdayakannya.
Jadi, setelah Manager saya memutuskan untuk tidak meluluskan probation saya, Pak Tony tidak serta merta langsung meng-approve hasil penilaian itu, sehingga akhirnya saya harus keluar. Tetapi beliau malahan memberikan kesempatan bagi saya untuk mengganti posisi menjadi Social Media Marketing, dengan disupervisi langsung oleh Pak Martin.
Coba saya ulang ya
Probation saya kan ngga dilulusi oleh Manager saya, karena ada kejadian mindblowing itu. Nah, bukannya saya berhenti di sana, malahan saya diberi kesempatan untuk ganti posisi menjadi Social Media Marketing untuk pegang brand dari luar kantor alias klien (yang tadinya saya adalah Junior Editor salah satu majalan di sana), dan langsung disupervisi oleh Pak Martin, yang merupakan salah satu owner di sana. Dan saya juga jadi yang pertama dan satu-satunya yang ada di posisi itu. Dan posisi Social Media Markerting ini justru lebih sesuai dengan jurusan kuliah saya, Public Relations. Jadi, ngga dilulusi probation, bukannya "turun", malah "naik", jatuhnya 
Ini saya belum cerita lho, kejadian apa sih yang sampai akhirnya probation saya ngga lulus. Betul-betul full mindblowing. Dan, sampai di tahun-tahun berikutnya pun, buanyak yang mindblowing 
Apa saya ganti slogan blog saya jadi "Welcome to the Mindblowing Life" saja? 
Bersambung ke part-3...
No comments:
Post a Comment