Saya tahu saya hidup penuh dengan luka batin, bahkan hingga hari ini, banyak hal yang membuat saya merasa terluka. Tetapi, saya mengerti juga, satu-satunya cara untuk berdamai dengan semua ini adalah dengan MENERIMA KENYATAAN.
Tapi seperti yang saya tuliskan di postingan ini, tidak melulu saya memandang diri saya sebagai "korban". Semisal, urusan pekerjaan kan sudah seharusnya memang jadi tanggung jawab saya pribadi sepenuhnya. Apalagi, sejak "ngantor" di Kingpin hingga sekarang, akhirnya saya bertemu banyak yang baik kepada saya.
So, walaupun 7 part dari postingan ini berjudul "Zona Nyaman", tetapi 2 pelajaran yang ingin saya highlight adalah:
Etika Sosial (Manners) & Sikap Hati (Attitude)
Etika Sosial itu apa? Etika Sosial bukan hanya bicara tentang sopan santun. Jika bicara "sopan santun", seseorang bisa jadi "sopan" pada kondisi tertentu, untuk kepentingan tertentu. Misalnya, ketika kamu lagi chat-chat-an dengan customer atau klien, saya yakin, kamu tahu kok kapan kamu harus mengucapkan "terima kasih" dan bahkan kapan kamu harus bilang "terima kasih kembali/sama-sama". Dan kamu tahu juga, kamu harus melakukan "basa-basi" itu, karena customer atau pun klien kamu, itu sumber penghasilanmu.
Etika Sosial LEBIH dari itu. Simple-nya, Etika Sosial (Manners) itu adalah tentang SADAR DIRI dan BALAS BUDI.
Sedangakan "Attitude", kalau diartikan 'plek' ke bahasa Indonesia kan sikap/perilaku. Nah, perilaku kita seperti apa, itu adalah cerminan apa yang ada di dalam hati kita. Makanya, kalau kata "Attitude" didefinisikan dalam bahasa Inggris pun seperti ini:
A settled way of thinking or feeling about someone or something, typically one that is reflected in a person's behavior.
So, kalau mau punya "Attitude" yang bagus, maka harus punya sikap hati yang bagus juga.
5 besar sikap hati yang bagus itu adalah:
Berbesar Hati, Rendah Hati, Lurus Hati, Murah Hati, dan Mawas Diri.
Definisi kesuksesan setiap orang mungkin berbeda. Namun yang pasti, punya Etika Sosial (Manners) dan Sikap Hati (Attitude) yang baik dan benar, bisa membawa kita ke dalam damai sejahtera.
Untuk penjelasan Etika Sosial dan Sikap Hati ini, akan saya bahas di postingan lain, agar tidak terlalu panjang di sini.
Dan saya mau disclaimer sedikit... Hehehe... Saya bicara soal Etika Sosial dan Sikap Hati seperti ini, bukan berarti Etika Sosial dan Sikap Hati saya sudah nilai 100 ya. No, masih jauh dari 100. Tapi, purely, saya hanya ingin share apa yang sudah saya, maupun orang-orang sekitar saya lewati.
Terus kok, dari judul "Zona Nyaman" malah nyambung ke Etika Sosial dan Sikap Hati?
Iya, karena tahun 2014 lalu, saya memang depresi berat setahun full, karena kenyataan tidak sejalan dengan harapan. Tapi, mungkin tidak akan separah itu, kalau... kalau saya bisa "pergi" dari kantor Kingpin dengan cara yang jauh lebih baik dan diplomatis.
Saya belum bisa cerita dulu di sini, memang cara saya perginya gimana, karena nanti terlalu panjang.
Tapi intinya, entah dari mana pun kamu berasal, entah se-toxic apa pun lingkungan tempat tumbuh kembangmu, jangan takut, dan yuk mari sama-sama belajar untuk terus punya Etika Sosial dan Sikap Hati yang baik dan benar.
No comments:
Post a Comment